Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts

Cara Menghilangkan Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Penyakit Kuning Pada Bayi - Bagaimana cara mengatasi penyeakit kuning pada bayi yang baru lahir ? Mengetahui tanda bayi kuning yang normal adalah suatu hal yang perlu untuk diketahui bagi para orang tua yang memiliki bayi dengan bilubirin tinggi ketika baru lahir. Namun yang perlu anda ketahui saat menjaga seorang bayi tentu saja anda harus membekali diri dengan pengetahuan tentang berbagai macam penyakit, salah satunya yaitu penyakit kuning pada bayi.

Meskipun sakit kuning termasuk ke dalam golongan penyakit yang umum dialami pada bayi yang baru lahir, dengan demikan kita harus mengetahui apa penyebab mata kuning pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi penyakit yang disebabkan karena bilirubin terlalu tinggi itu memiliki sifat patologis, yang artinya jika tidak segera mendapatkan perawatan dan penanganan sakit kuning pada bayi secara tepat dapat membahayakan kesehatan hingga jiwa bayi.

Seperti yang Anda ketahui, kuning pada bayi merupakan salah satu penyakit yang menyerang hati dan sering ditemui pada bayi yang baru lahir. "Jaundice" adalah istilah penyakit kuning dalam bahasa Inggris. Sakit kuning yang ditandai dengan perubahan warna mata bayi menjadi kuning ini disebabkan adalah hiperbilirubinemia atau yang lebih sering disebut dengan kelebihan bilirubin. Pada artikel kami kali ini akan membahas mengenai cara menghilangkan kuning pada bayi yang baru lahir dengan mudah di bawah ini.

Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

Cara Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

Menurut situs online dr.Moedjito Dwijosiswojo, penyakit kuning pada bayi biasanya akan muncul setelah hari kedua atau ketiga sejak kelahiran. Namun kita tidak perlu khawatir, jika kondisi bayi kita sehat penyakit kuning yang terlihat dari mata bayi yang kuning tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah satu minggu atau lebih.

Untuk itu berdasarkan pengalaman saya sebagai ibu dari seorang anak yang pernah divonis menderita penyakit kuning tersebut, saya akan beritahukan sedikit informasi yang saya ketahui pada ulasan berikut ini :

Ciri - ciri kuning pada bayi


Meskipun gejala kuning pada bayi tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya, akan tetapi pada umumnya ciri ciri bayi kuning normal adalah :

  1. Dilihat dari kuning pada kulit, biasanya muncul pertama kali pada wajah dan kulit kepala
  2. Setelah itu akan terlihat kuning pada bagian putih mata (sclera)
  3. Kuning yang menyebar pada kulit tubuh (kuning sedang)
  4. Telapak tangan dan telapak kaki kuning (kuning berat)
  5. Mengantuk yang tidak biasa
  6. Kesulitan makan
  7. Pada beberapa kasus, feses atau kotoran berwarna terang dan urin berwarna gelap

Penyebab mata kuning pada bayi baru lahir


Selain itu, menurut dr.Moedjito Dwijosiswojo penyebab munculnya penyakit kuning pada bayi tersebut dapat terjadi karena sebagai berikut :

1. ASI kurang

  • Payudara ibu hanya sedikit memproduksi kolostrum di hari-hari pertama setelah melahirkan. Kurangnya ASI yang diterima oleh bayi dapat mempengaruhi fungsi hatinya.

2. Hepatitis neonatal

  • Beberapa jenis virus dapat memicu hepatitis pada bayi, seperti cytomegalovirus, rubella, dan hepatitis A, B and C. Bayi dengan hepatitis neonatal mungkin terkena infeksi virus saat dalam kandungan, atau dalam bulan pertama kehidupannya.

3. Rh (Rhesus) dan ABO blood group incompatibilities (ketidakcocokan golongan darah)

  • Ibu memproduksi antibodi yang menyerang sel-sel darah merah bayi selama semester akhir kehamilan. Hal ini berarti tingkat sel darah merah rusak yang harus dihilangkan oleh tubuh lebih tinggi, yang pada gilirannya akan memicu kenaikan tingkat bilirubin, sehingga bayi dapat terlahir dengan anemia dan mengalami kuning berat dalam beberapa jam setelah kelahiran.

4. Anemia hemolitik

  • Bisa jadi ini merupakan gangguan autoimun yang diwariskan, dimana sistem kekebalan tubuh bayi menghancurkan sel-sel darah merah. Juga dapat menjadi komplikasi dari gangguan lain, seperti sepsis (infeksi serius).

5. Galaktosemia

  • Galaktosa adalah gula susu. Bayi dengan galaktosemia tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk memecah galaktosa. Tingginya kadar galaktosa dapat menyebabkan sirosis hati dan akhirnya kuning.

6. Atresia bilier

  • Saluran aliran empedu dari hati ke usus kecil rusak, alasannya tidak diketahui. Tanpa saluran empedu, empedu akan menumpuk di hati dan menyebabkan gejala kuning.

baca juga :

Cara Menghilangkan Kuning Pada Bayi Baru Lahir


Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi penyakit kuning pada bayi umur dibawah 1 minggu berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya, diantaranya :

1. Kuning ringan 

  • Jika bayi sehat dan terlihat tidak ada masalah, biasanya tidak diperlukan perawatan. Hati bayi hanya perlu waktu beberapa hari untuk siap memproses bilirubin dengan baik.

2. Kuning sedang

  • Fototerapi adalah pengobatan yang paling sering diterapkan (lihat foto atas). Fototerapi akan mengubah bilirubin di kulit bayi menjadi bahan kimia yang kurang berbahaya. Bayi akan ditempatkan di dalam inkubator hangat di bawah lampu biru. Untuk memaksimalkan paparan lampu, pakaian bayi akan ditanggalkan dan menggunakan pelindung/penutup mata. Fototerapi biasanya dilakukan selama satu atau dua hari. Untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan ekskresi bilirubin, bayi membutuhkan makan teratur setiap tiga sampai empat jam.

3. Kuning berat

  • Fototerapi tetap menjadi perawatan utama, tetapi dalam kasus kuning yang berat, mungkin diperlukan transfusi darah. Namun hal ini sangat jarang.

4. Kuning karena kurang ASI

  • Terus menyusui dan fototerapi tetap dilakukan.

5. Hepatitis neonatal

  • Tidak ada pengobatan medis spesifik. Biasanya diberikan suplemen vitamin dan mineral, atau obat-obatan untuk meningkatkan aliran empedu.

6. Anemia hemolitik

  • Pengobatannya tergantung dari penyebabnya. Misalnya, anemia hemolitik yang disebabkan oleh infeksi parasit malariadiobati dengan obat anti malaria.

7. Galaktosemia

  • Pengobatan utamanya adalah memastikan diet bayi tidak mengandung galaktosa atau laktosa. Biasanya, dilakukan dengan menghentikan pemberian ASI dan menggunakan susu formula khusus.

8. Atresia bilier

  • Biasanya dilakukan operasi untuk menyambungkan atau menghubungkan saluran kecil dari hati ke usus kecil agar empedu mengalir dengan baik.

lihat juga :

Demikian artikel kami kali ini yang membahas tentang penyakit kuning pada bayi dan beberapa macam pengobatan penyakit kuning. Harapan kami artikel kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua, apapun usaha yang kita lakukan jangan lupa untuk mengutipkan sebuah doa kepada Yang Maha Kuasa. Terima kasih

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Di Malam Hari

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi - Bagaimana cara mengatasi bayi demam di malam hari ? Bayi panas atau demam sering terjadi, pada orang tua baru ini suatu hal yang kerap menjadikan panik dan cemas. Namun kecemasan dan rasa panik tidak akan meredakan panas sang bayi, yang paling penting jika kita dalam situasi menghadapi anak kita sedang panas adalah mengamati secara seksama pada bayi dan kemudian mencari bagaimana cara mengatasi demam pada bayi kita.

Bayi atau balita panas bisa dikatakan demam apabila suhu tubuhnya melebihi (37,5 derajat Celcius) dan saat itu sebagai orang tua kita harus mengetahui akan cara menurunkan panas pada anak di malam hari. "Suhu tubuh bayi panas dapat dengan mudah ditengarai pada bagian ketiak dan rongga mulut, serta pada bagian kepala". Namun demikian jika bayi panas mencapai (37,8-37,9) tetapi sang bayi tetap aktif, kita dapat menunggunya selama satu jam. Jika setelah satu jam kok bayi panas kembali normal berarti itu bukan gangguan penyakit. Jika panas berlanjut kita bisa mencari solusi penurun panas untuk bayi.

Menurut doktersehat, demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas (38C). Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu (diatas 38,5C). Dan selain itu, kita juga harus mengetahui hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat anak demam tinggi di waktu malam tersebut.

 Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Secara Aman dan Tepat

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Di Malam Hari

TIGA FASE DEMAM :

  1. Menggigil – sampai suhu tubuh mencapai puncaknya
  2. Lalu menetap
  3. Dan baru akhirnya turun

Oleh karena itu pada pertemuan kita kali ini, kami MangsaWanita akan memberikan beberapa tips mengenai pertolongan pertama saat badan anak demam tinggi di malam hari sebagai berikut :

Cara Mengatasi Bayi Panas Tinggi Waktu Malam Hari


1. Perbanyak minum


  • Hal ini diperlukan karena demam dapat menimbulkan dehidrasi. Semakin sering BAK semakin baik.

2. Kompres anak dengan air hangat.


  • Kenapa bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas. Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.

3. Lakukan Skin to skin contact (kontak kulit).


  • Papa dan Mama dapat melakukannya dengan cara lepaskan pakaian anak dan tempelkan di tubuh/dada papa/mama, lalu dekap dan cukup selimuti dengan kain yang tidak tebal.

4. Periksa suhunya. 


  • Suhu trubuh normal adalah 36-37,5°C, jadi jika suhunya di atas 38°C berarti terjadi peradangan di dalam tubuh anak.

5. Amati kondisi tubuhnya. 


  • Jika disertai batu dan pilek, tandanya anak mengalami gangguan pernapasan.

6. Berikan cairan lebih sering


  • Misalnya air putih, susu, atau jus buah untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat membuat suhu tubuhnya makin meningkat.

7. Ganti pakaian bayi


  • Mengganti pakaian bayi diperlukan agar anak merasa nyaman dan sejuk.

8. Kompres atau seka tubuhnya 


  • Kompres badan bayi dengan handuk yang dibasahi air hangat, bukan air dingin. Saat tubuh anak terkena handuk hangat, secara automatis saraf pengatur suhu tubuhnya akan menurunkan suhu tubuh.

baca juga :
  1. Cara Menghilangkan Bintik Putih Pada Lidah Bayi Paling Aman
  2. Tips Menumbuhkan Gigi Bayi Dengan Cepat

9. Berikan obat penurun panas


  • Bila perlu, berikan obat demam untuk menurunkan panas tubuhnya.

10. Sebelum kembali tidur, cek lagi suhu tubuhnya. 


  • Jika suhunya berkurang 1-2 derajat, kemungkinan anak hanya membutuhkan istirahat dan cairan.

11. Segera periksa ke dokter


  • Jika demam disertai kejang, muntah, atau ruam di kulitnya.

Beberapa kondisi dimana orang tua perlu berkomunikasi dengan dokter :
  1. Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
  2. Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
  3. Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
  4. Kejang
  5. Kaku kuduk leher
  6. Sesak napas
  7. Gelisah, muntah, diare
  8. Sakit kepala hebat
Terkadang demam justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami kapan orang tua harus mengontak dokter anaknya. Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak merasa “uncomfortable”. Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan memberikan anak minum lebih dari biasanya.

Demikian pertemuan kita kali ini yang baru saja mengulas akan cara mengatasi bayi demam di waktu malam hari. Semoga dengan membaca postingan kami kali ini, banyak manfaat yang kita dapatkan sehingga bisa memberikan kesehatan pada keluarga kita. Sekian dan terima kasih ..

Cara Menghilangkan Bintik Putih Pada Lidah Bayi Paling Aman

Lidah putih pada bayi - Bagaimana cara mengatasi lidah putih pada bayi umur 1 bulan ? Sebenarnya lidah bayi putih tebal itu tidak perlu begitu dicemaskan karena anak anda akan mengalami perubahan pada tubuhnya semasa masih bayi. Sering kali kita menjadi khawatir ketika anda mendapati perubahan warna pada bagian lidah bayi anda. Namun itu semua merupakan suatu hal yang wajar karena kita belum mengetahui penyebab lidah putih pada bayi. Oleh sebab itu ketika anda bertemu dengan bidan ataupun dokter, perlu anda bertanya mengapa lidah bayi anda terlihat berwarna putih pekat dan bahayakah lidah bayi putih seperti sariawan ?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang cara menghilangkan bintik putih pada bayi sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa penyebab terjadinya bercak putih pada lidah bayi anda atau dalam bahasa kedokteran sering dikenal dengan sebutan oral thrust. Proses pemberian ASI menjadi terganggu bisa dikarenakan kita terlalu menyepelekan rongga mulut bayi yang kering sehingga menyebar menjadi lapisan berwarna putih. Dan penyebab terjadinya lidah bayi putih salah satunya adalah infeksi yang ditimbulkan dari jamur Candida Albicans.

Penyebab lidah bayi terdapat bercak putih selain jamur candida albicans, lidah putih pada bayi juga bisa berawal dari kita sendiri seperti :
  • Peradangan pada bagian payudara ibu yang sedang menyusui.
  • Apabila ibu menyusui mengkonsumsi antibiotik ketika setelah melahirkan maka peluang terjadinya lidah putih pada bayi semakin besar.
  • Penyebab lidah putih pada bayi yang terakhir adalah kurangnya menjaga kebersihan baik ibu ataupun bayi, misalnya dalam menyediakan botol susu yang kurang bersih atau kurang menjaga kebersihan tangan pada ibu yang sedang menyusui.
Oleh karena itu kali ini kami akan mencoba berbagi tips tentang cara membersihkan lidah bayi yang putih dan dibawah ini ulasan secara lengkapnya.

Cara Menghilangkan Bintik Putih Pada Lidah Bayi Paling Aman

cara menghilangkan bintik putih pada bayi

Berikut ini merupakan cara menghilangkan bintik putih pada bayi paling aman, yaitu :


1. Bersihkan Dengan Air Matang

Cara pertama untuk mengatasi lidah putih pada bayi adalah dengan membersihkan bagian mulut bayi anda dengan menggunakan sedikit air matang ketika si kecil setelah selesai menyusu. 
  • Cara membersihkan lidah bayi yang putih dengan menggunakan kasa yang steril yang telah anda basahi memakai air matang.
  • Lalu untuk membersihkan bagian mulut anak anda, anda dapat membersihkannya dengan cara mengusapnya secara perlahan.

2. Rendam Kempengan Dengan Air Hangat

Namun jika bayi anda sering menggunakan kempengan, maka sebelum empeng tersebut di berikan kepada si kecil terlebih dahulu anda harus mencuci dengan bersih serta merendam empeng menggunakan air panas selama beberapa menit saja.

Mungkin anda tertarik :

3. Perawatan Botol Susu

Akan tetapi pada bayi yang diberikan susu formula, jenis dan cara perawatannya pun berbeda, yaitu sebagai berikut: :
  • Jika bayi anda sudah memiliki berat badan yang idela, alangkah lebih baiknya jika harus menghentikan pemberian susu formula di malam hari dan air mineral paling baik untuk menggantikan minum pada bayi di malam hari .. 
  • Tetapi jika berat badan bayi anda masih belum ideal, maka lanjutkan pemberikan susu formula pada bayi di malam hari. Tapi perlu anda ingat ketika anak anda sudah selesai minum susu, segeralah bersihkan pada bagian mulut si kecil dengan mempergunakan air putih yang sudah matang.

4. Konsultasikan Kepada Dokter

Jika cara diatas sudah anda lakukan namun bercak putih yang ada di bagian lidah bayi tidak segera hilang, alangkah lebih baiknya bawa bayi anda untuk berkonsultasi ke dokter anak. Sehingga dengan harapan dokter dapat memberikan obat anti jamur kepada bayi anda yang masih berumur 1 bulan. 

baca juga :

Demikian artikel kami kali ini yang membahas tentang cara mengobati lidah putih pada bayi dengan cara oaling aman. Semoga artikel kami kali ini dapat bermanfaat bagi para wanita yang sekang sudah menjadi seorang ibu, sekian dan terima kasih ..

Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan Pada Bayi Secara Alami

Obat sariawan pada bayi dibawah 1 tahun - Bagaimana cara cepat menyembuhkan bibir sariawan pada bayi di bawah 1 tahun secara alami ? Naluri seorang wanita yang kini telah menjadi seorang ibu tentu akan cemas ketika terdapat bintik - bintik putih pada bibir bayi mereka yang seringkali menjadi awal sebuah munculnya sariawan pada mulut bayi. Sariawan memang dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia baik baik itu mulai dari bayi usia 4 bulan, 6 bulan dan bahkan baru lahir sekalipun. Hal ini membuat bayi anda menolak ASI atau makanan lainnya. Beberapa kasus yang ditemukan penyebab sering sariawan dikarenakan adanya pertumbuhan jamur jenis candida albicans yang dapat ditularkan dari puting ibu.
Tetapi anda tidak perlu bingung saat berada dalam posisi menghadapi sariawan pada anak usia 6 bulan. Tidak ada salahnya jika kita memahami terlebih dahulu penyebab sariawan di lidah, sehingga mendorong kita untuk mencari cara mengatasi sariawan pada bayi kita.

Oleh karena itu kami hadir disini akan berbagi pengalaman tentang menangani bayi sariawan. Cara menghilangkan sariawan pada bayi sebaiknya dengan obat alami sariawan atau obat dengan resep dokter. Berikut ini adalah penyebab dan cara mengatasi sariawan untuk bayi 9 bulan secara alami.

Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan Pada Bayi Secara Alami

obat sariawan untuk bayi

Penyebab sariawan pada bayi :
Sariawan sebenarnya jarang terjadi pada bayi, khususnya bayi berusia 10 bulan ke bawah. Namun tidak menutup kemungkinan bayi Anda mengalaminya. Meski penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu timbulnya sariawan pada bayi di antaranya:
  1. Trauma pada mulut. Trauma bisa terjadi akibat si kecil tidak sengaja mengigit lidah atau bagian dalam bibirnya. Gigitan itu kemudian bisa berubah menjadi sariawan.
  2. Alergi makanan.
  3. Terlalu banyak mengonsumsi buah-buah yang asam seperti jeruk dan  tomat.
  4. Kekurangan vitamin tertentu seperti asam folat, zinc, dan B12.
  5. Terinfeksi virus.
  6. Keturunan.
baca juga artikel lainnya : Tips Tidur Nyenyak Bagi Ibu Hamil

Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi
Di bawah ini beberapa langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sariwan pada bayi:
  1. Memperhatikan Konsumsi Ibu Menyusui
    • Nutrisi yang dihasilkan dari ASI akan membantu bayi anda dalam mengatasi sariawan. Bagi bayi yang mengalami sariawan, anda dapat mengkonsumsi makanan yang kaya dengan kandungan probiotik seperti yogurt atau suplemen probiotik (dengan saran dokter) untuk membantu dalam menjaga kesimbangan tubuh anda sehingga dapat meminimalisir perkembangan jamur candida. Pola makan anda harus diperhatikan seperti menghindari makanan olahan dan makanan yang mengandung gula terlalu tinggi karena akan memicu perkembangan jamur candida. Kandungan dari bawang putih bisa dijadikan salah satu manfaat
  2. Kompres sariawan dengan es batu. Rasa dingin bisa membuat sariawan menjadi mati rasa.
  3. Memberikan makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin juga bisa Anda coba.
  4. Bikin larutan yang terdiri dari air, garam dan soda kue. Setelah larutan jadi, celupkan kapas pada larutan itu lalu tempelkan ke sariawan dengan lembut. Lakukan hal ini 3 – 4 kali sehari.

Demikian artikel kami mengenai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi. Tetap kita jaga kondisi kebersihannya, itu merupakan kunci untuk terhindar dari penyakit sariawan. Baca juga artikel kami lainnya mengenai Cara Mengatasi Flu Pada Bayi Secara Aman dan Nyaman. Jika kondisi tidak kunjung membaik sebaiknya konsultasikan pada dokter anak untuk penanganan lebih lanjut. Sekian dan Terima kasih ..

Cara Mengatasi Bayi Rewel Pasca Imunisasi DPT

Demam pada bayi - Bagaimana cara mengatasi bayi demam setelah imunisasi DPT ? Cara yang sangat ampuh dalam menjaga bayi dari berbagai jenis penyakit adalah dengan memberikannya imunisasi atau vaksinasi namun sayangnya sering kali bayi demam setelah imunisasi. Tidak dipungkiri lagi dalam dunia kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada bayi agar semakin kuat perlu diberikannya imunisasi pada bayi baik dalam bentuk suntikan maupun oral. Namun perlu untuk kita ketahui bahwa setelah bayi mengikuti imunisasi efek samping yang terjadi biasanya adalah suhu tubuh bayi akan meningkat / demam, oleh karena itu bagaimana cara menurunkan demam pada bayi setelah dilakukan imunisasi ? Sebenarnya apakah itu imunisasi DPT dan mengapa menyebabkan efek demam pada bayi sehingga bayi rewel setelah imunisasi dan sulit tidur sering terjadi, itu yang perlu kita bahas terlebih dahulu.

Imunisasi DPT mempunyai efek samping pada kurang nafsu makan, nyeri di area bekas suntikan, muntah dan panas pada bayi. Akan tetapi manfaat imunisasi DPT tidak dapat diragukan lagi tapi beberapa yang biasanya membuat bayi rewel setelah imunisasi adalah demam pada bayi. Anda tidak perlu panik dalam mencari cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi anda karena berhasil atau tidaknya imunisasi dapat dilihat pada pasca imunisasi dengan ditandai perubahan suhu badan yang meningkat, panas atau bengkak disekitar area yang disuntikan.

Pemberian vaksin yang mempunyai efek samping demam pada tubuh bayi anda sering kali membuat anda panik dan mencari cara menurunkan panas pada bayi karena serba salah dan mungkin ikut menangis tak tega melihat keadaan bayi. Meskipun sebelumnya anda sudah diberi tahu pasca imunisasi akan ada perubahan yang dialami oleh bayi, anda dapat meminta obat penurunan panas sebagai salah satu cara menurunkan demam pada anak. Disini kami akan berbagi tips mengenai cara cepat menurunkan panas anak setelah diberikannya imunisasi dpt secara alami yang akan kami tuliskan secara lengkap dibawah ini.

Cara Mengatasi Bayi Rewel Pasca Imunisasi DPT

cara mengobati demam pada bayi


Berikut ini merupakan cara mengatasi panas pada bayi anda pasca imunisasi DPT atau imunisasi lainnya :

 

  • Cara cepat menurunkan panas anak pasca imunisasi yang pertama adalah dengan memberikannya ASI sesering mungkin karena kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan.
  • Selanjutnya kompres menggunakan air hangat sehingga menurunkan resiko kejang-kejang ketimbang menggunakan air dingin.
  • Selain itu memberikan kompresan air hangat dapat mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Sering kali bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman yang mengakibatkan bayi rewel setelah imunisasi.
  • Cara mengatasi bayi demam pacsa imunisasi lainnya adalah mendekap bayi. Dengan memberikan dekapan dari anda dapat meningkatkan zat anti nyeri sehingga dapat menurunkan rasa sakitnya.
  • Jangan menggunakan bedong atau selimbut tebal untuk menurunkan demam pada anak yang habis di imunisasi, gunakan baju yang mudah menyerap keringat. 
  • Gunakan selalu alat pengukur panas (termometer) untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.
  • Pada umumnya kenaikan suhu badan bayi anda akan meningkat berkisar 38- 40 derajat celcius, panas badan anda akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Ketika bayi anda mengalami panas melebihi 38 derajat celcius dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila tidak kunjung turun dan mempunyai riwayat kejang maka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penangananya.
  • Berikan pijatan halus agar bayi merasa nyaman agar tidak rewel terus menerus.

Berikut ini efek samping setelah diberikannya imunisasi dpt pada anak, diantaranya :

  1. Demam ringan
  2. Anak menjadi rewel
  3. Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
  4. Bengkak pada bagian suntikan
  5. Anak terlihat lelah

Setelah vaksin dpt diberikan kepada anak biasanya efek samping diatas akan terjadi selama satu sampai tiga hari. Setelah anda melakukan imunisasi dpt kepada bayi anda alangkah lebih baiknya jika anda menyiapkan ibuprofen atau acetaminophen (parasetamol) untuk meredakan demam pada anak. Pada beberapa kasus yang menyebabkan gangguan kesehatan sehingga dapat mengancam nyawa anak, seperti kerusakan hati dan otak dikarenakan penggunaan obat yang mengandung aspirin oleh karena itu sebaiknya untuk kita hindari saja. Pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan kejang, koma, dan kerusakan otak akan tetapi hal tersebut sangatlah jarang terjadi.

Setiap orang tua selalu ingin memberikan perlindungan buah hati mereka dari penyakit. Salah satu caranya melalui cara meningkatkan kekebalan metabolisme tubuh anak dengan mengikuti imunisasi. Dan diatas merupakan beberapa cara mengatasi demam pada bayi pasca imunisasi DPT beserta cara menurunkan demam pada bayi tersebut.

baca juga :


  1. Penyebab dan Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar Pada Bayi Baru Lahir  
  2. Cara Mengatasi Flu Pada Bayi Secara Alami

Demikian tips mengenai cara menurunkan demam pada bayi kita ketika setelah imunisasi DPT, jadi jangan terburu-buru untuk panik jika melihat bayi demam setelah imunisasi. Semoga artikel kami kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan baca juga artikel kami lainnya tentang Mengetahui Kondisi Ibu dan Perkembangan Janin Usia 2 Bulan. Terima kasih ..

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar Pada Bayi Baru Lahir

Sembelit pada bayi - Bagaimana cara mengatasi susah bab pada bayi yang baru lahir ? Konstipasi atau biasa juga disebut masalah susah buang air besar (BAB) merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada bayi sehingga bayi jarang bab. Khususnya bagi para orang tua baru biasanya akan langsung panik dan khawatir jika melihat kondisi sembelit pada bayi mereka. Hal tersebut sangatlah wajar dikarenakan belum adanya pengalaman dalam hal mengurus bayi terlebih lagi saat menangani sembelit pada bayi.

Bayi memiliki pola yang berbeda-beda dalam hal Buang Air Besar meskipun belum setiap hari bayi tidak bab kita haru tetap mengawasinya, karena yang dikhawatirkan jika terjadi bab bayi keras. Kondisi normalnya pada bayi yang baru lahir diminggu pertama dapat terjadi buang air besar sekitar empat sampai lima kali dalam sehari sedangkan pada anak berusia 2 tahun akan mengalami buang air besar yang lebih jarang satu sampai dua kali dalam sehari.

Apabila feses anak mama tidak keras dan encer meskipun cara buang air besar bayi mengejan maka belum bisa dapat dikatakan anak mama sembelit. Meskipun demikian apabila bayi anda mengalami sembelit berikut ini kami akan membagikan sebuah tips tentang penyebab bayi susah bab dan cara mengatasi bayi susah bab.

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar Pada Bayi Baru Lahir

bayi susah bab

Cara mengatasi susah bab pada bayi usia dibawah 1 tahun paling aman :


1. Perhatikan Pemberian Susu Formula
  • Pada bayi yang diberikan susu formula akan meningkatkan resiko kesulitan buang air besar, sehingga dalam pemberian susu formula pada bayi sebaiknya diperhatikan aturan takaran sehingga memperhatikan keenceran yang tepat dan tidak terlalu kental, perhatikan pula takaran dan aturan yang tertera di dalam label kemasan susu formula.

2. Tentukan Susu Formula yang Cocok Untuk Bayi
  • Beberapa susu formula mungkin tidak cocok untuk bayi anda sehingga anda mesti selektif dalam pemberian susu formula. Perlu anda ingat, pemberian susu formula yang sering kali diganti ganti akan mengganggu pencernaan bayi anda, memicu sembelit. Anda dapat meminta rekomendasi dari dokter terhadap susu formula yang cocok sesuai dengan kebutuhan bayi.

3. Lakukan Gerakan ringan
  • Pertama tama anda dapat membaringkan bayi secara telentang, kemudian gerakan kaki bayi anda seperti mengayuh sepeda di udara. Dengan gerakan ringan ini akan membantu dalam otot-otot perutnya bergerak dan akan memberikan tekanan yang lembut untuk memudahkan buang air besar.

baca juga :

4. Pijatan Lembut pada perut bayi
  • Anda dapat memberikan pijatan lembut di sekitar perut bayi, lakukan dari tali pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar mengikuti arah jarum jam. Anda dapat menggunakan cream atau minyak khusus bayi sehingga memudahkan pijatan yang lembut.

5. Penuhi kecukupan serat bayi anda
  • Usahakan untuk memenuhi kebutuhan serat yang berasal dari sayur dan buah setiap harinya, tentu saja untuk bayi yang berusia 6 bulan ke atas. Anda dapat memberikan jus dengan takaran yang sesuai untuk bayi anda sehingga pencernaannya lebih mudah dan dapat melunakan tinja pada bayi. Pola asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan serat bagi anda akan memicu dua kali lipat terjadinya sembelit pada anak, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi anda, baik dari asi maupun air putih (pada usia 6 bulan ke atas).

6. Membuat tubuh bayi anda hangat
  • Anda dapat membuat bayi anda rileks salah satunya dengan mandi menggunakan air hangat, dengan cara ini akan membantu melancarkkan buang air besar pada bayi anda. Jangan merangsang anus bayi dengan cara memasukan benda ke dalam anusnya, salah satu dengan menggunakan ujung termometer pada anus bayi anda, Hal ini akan menyebabkan luka.

Demikian pertemuan kita kali yang baru saja membahas jika bab bayi keras kita sudah mengetahui cara mengatasi bayi sembelit. Jika dalam jangka waktu yang tidak wajar anak kita belum bab tidak ada salahnya jika untuk mengkonsultasikan kepada dokter yang berpengalaman dalam bayi sembelit. Semoga artikel kami kali ini dapat bermanfaat bagi mama dan keluarga, sekian dan terima kasih ..

Solusi Paling Aman Untuk Mengobati Diare Pada Bayi

Diare pada bayi - Bagaimana cara mengobati diare pada bayi usia di bawah 1 tahun secara alami ? Sebenarnya cara mengatasi mencret pada bayi yang masih berumur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan seterusnya tidaklah begitu memiliki banyak perbedaan. Sebagai orang tua, kita jangan meremehkan bayi yang sedang mengalami diare karena akan sangat berbahaya bagi sang bayi dan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu jika anak kita mulai mengalami mencret secara terus menerus maka anda harus segera mengobati diare pada bayi anda tersebut dan pastikan anak anda jangan sampai dehidrasi atau kekurangan cairan.

Bagi para wanita yang mulai mandiri dan memiliki anak baru pertam kalinya, tentu akan merasa sangat cemas ketika bayi mereka sedang menderita diare. Sulit untuk kita ketahui apakah bayi yang terlalu sering mencret itu dapat disebut diare atau tidak. Terutama pada bayi yang baru lahir, ketika sesudah makan atau diberi ASI bayi tersebut akan sering BAB. Jika fesesnya atau kotoran BAB-nya berubah dalam jangka waktu lama, maka bunda jangan begitu terlalu cemas ataupun khawatir. Apapun yang dikonsumsi bundanya karena bayi masih makan dari ASI bundanya dapat menjadi penyebab BAB bayi kadang lembut kadang juga agak padat, jika seperti itu dapat dikatakan itu tidak termasuk ciri - ciri mencret pada bayi.

Pada artikel kami kali ini, kami akan mencoba berbagi tips untuk para wanita yang sekarang sedang menikmati masa - masa menjadi ibu baru yang si kecilnya sedang mengalami diare. Akan tetapi sebelum kita terlalu jauh membahas mengenai cara mengatasi diare pada bayi, kami akan beritahukan penyebab kenapa bayi kita menjadi mencret. Oleh karena itu mari kita simak selengkapnya yang sudah kami tuliskan di bawah ini.

Penyebab mencret pada bayi.


Beberapa hal yang dapat menjadikan mencret / diare pada bayi :

1. Faktor lingkungan dan perilaku ibu yang dapat menyebabkan mencret pada bayi.
  • Ibu yang memberi bayi Makanan Pendamping (MP ASI) terlalu dini (usia < 6 bulan) akan mempercepat bayi kontak terhadap kuman.
  • Ibu yang memberi bayi minum menggunakan air yang tercemar.
  • Ibu yang menyimpan makanan pada suhu kamar & tidak menutupnya dengan baik.
  • Ibu yang menggunakan botol susu terbukti meningkatkan risiko diare karena sulitnya untuk membersihkan botol.
  • Ibu yang Membuang tinja (termasuk tinja bayi) sembarangan.
  • Ibu yang tidak mencuci tangan setelah buang air besar, atau membersihkan tinja anak.

2. Penurunan daya tahan tubuh.
  • Ibu yang tidak memberikan ASI sampai usia 2 tahun (atau lebih) akan menyebabkan bayi memiliki daya tahan tubuh yang kurang sempurna, karena di dalam ASI terdapat antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bayi yang kekurangan gizi/malnutrisi terutama keadaan gizi buruk memiliki daya tahan tubuh yang rendah, sehingga akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit. Selain itu, bayi juga dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh apabila terinfeksi oleh virus (seperti campak dan HIV)

3. Infeksi.
  • Kuman penyakit seperti bakteri, virus atau parasit yang  dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang tercemar atau kontak dengan tinja penderita. Siklus penyebaran kuman dapat melalui Feces (tinja), Flies (lalat), Food (makanan), Fomites (peralatan makan), dan Finger (jari tangan)

Selain dari tiga faktor diatas, juga terdapat beberapa penyebab diare pada bayi yang tidak umum seperti :

  1. Alergi terhadap makanan tertentu
  2. Alergi terhadap obat-obatan tertentu
  3. Terlalu banyak mengonsumsi jus buah
  4. Keracunan makanan


Solusi Paling Aman Untuk Mengobati Diare Pada Bayi

cara mengobati diare pada bayi


Cara mengobati mencret pada bayi dengan tepat dan aman :


1. Cara mengobati diare pada bayi yang pertama adalah dengan melakukan pencegahan dehidras.
  • Dengan memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasa.
  • Dengan memberikan Oralit (satu bungkus dalam 200 cc air) ½ gelas untuk bayi dengan umur kurang dari 1 tahun, dan 1 gelas untuk balita dengan umur lebih dari 1 tahun setiap kali mencret sampai diare berhenti.
  • Atau jika tidak tersedia oralit ibu dapat memberikan Cairan Rumah Tangga seperti kuah sayur, air tajin, atau kuah sup.

2. Untuk dapat mengurangi bayi mencret yang terlalu sering maka berikanlah obat diare untuk bayi.
  • Zinc merupakan obat mencret untuk bayi yang terbukti efektif dan aman, akan tetapi banyak orang tua yang tidak mengetahuinya. Zinc telah terbukti dapat mempercepat penyembuhan diare, mengurangi jumlah tinja, dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mengurangi risiko diare berikutnya pada 2 sampai 3 bulan ke depan.
  • Zinc tersedia dalam kemasan tablet, bubuk dalam sachet dan sirup dalam botol dengan dosis (1 tablet = 20 mg). Tablet Zinc dapat dilarutkan dalam 1 sendok air minum atau ASI, untuk bayi dengan umur kurang dari 6 bulan diberikan 1/2 tablet/hari, untuk balita dengan umur lebih dari 6 bulan diberikan 1 tablet/hari. Obat zinc harus diberikan selama 10 hari berturut meskipun diare sudah berhenti untuk keefektifitasannya dalam mengobati diare.

Catatan : Hindarilah obat mencret anak yang cara kerjanya menghentikan diare dengan mengentalkan tinja, hal ini tidak dianjurkan untuk anak-anak karena akan menghambat keluarnya tinja yang seharusnya memang dikeluarkan bersama dengan kuman-kuman yang ada di dalamnya.

3. Memberikan antibiotik selektif dapat menjadi langkah mengatasi diare pada bayi usia dibawah 1 tahun.
  • Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah dan diare karena kolera. Pemberian antibiotik yang tidak tepat berisiko menimbulkan resistensi kuman dan membunuh flora normal yang dibutuhkan tubuh, hal ini malah berisiko memperparah diare.

4. Setelah itu dengan melanjutkan pemberian makan agar bayi tidak mencret.
  • Untuk membantu bayi tetap kuat dan tumbuh, karena sering sekali bayi yang mencret tidak mendapat asupan makanan sesuai umur atau asupan makanan yang bergizi sehingga bayi menjadi kurang gizi. Ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan, memberikan MP ASI sesuai umur pada bayi umur 6 – 24 bulan dan sejak umur 1 tahun sudah dapat diberikan makanan keluarga secara bertahap.

5. Jika dari cara diatas belum dapat mengatasi diare pada bayi anda maka segeralah untuk melakukan kunjungan ke dokter anak.
  • Penting bagi ibu untuk segera membawa bayi ke dokter atau petugas kesehatan bila bayi berak cair lebih sering, bayi muntah berulang, bayi sangat haus, bayi makan dan minum sangat sedikit, bayi mengalami demam, tinja berdarah, dan tidak membaik dalam 3 hari.

baca juga :


  1. Tips Mengobati Batuk Berdahak Pada Bayi
  2. Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi

Tips langkah pencegahan supaya bayi tidak diare :


  1. Berikan ASI Eksklusif pada bayi selama 6 bulan dan diteruskan sampai 24 bulan.
  2. Tambahkan Makanan Pendamping ASI pada bayi sesuai umur (6-24 bulan).Kemudian jangan lewatkan bayi untuk imunisasi campak.
  3. Pastikan bayi minum menggunakan air yang bersih dan direbus sampai benar - benar matang.
  4. Jangan lupa untuk mencuci tangan ibu dan bayi dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.
  5. Membuang tinja bayi dengan benar.

Demikan artikel mangsawanita kali ini yang telah membahas tentang cara mengobati mencret pada bayi yang masih memiliki umur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6bulan, dan seterusnya. Semoga artikel kami kali ini dapat membantu bunda untuk menemukan solusi pada bayi yang sedang mengalami diare, sekian dan terima kasih ..
Powered by Blogger.